Dukungan bagi Tenaga Medis dan Kesehatan Melawan Pandemi Covid-19





Dengan ditetapkannya penyakit Covid-19 sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO) maka alarm kesehatan di seluruh dunia sedang berbunyi. Itu artinya, penyakit ini sudah mewabah di mana-mana dan sangat mengancam keberlangsungan hidup manusia jika tidak segera ditangani.

Di Indonesia sendiri, pemerintah yang semula "bercanda" dengan isu ini, sekarang telah berbalik dan menabuh genderang perang. Bukti keseriusan tersebut disampaikan oleh Presiden sendiri bahwa beliau telah menjadi komandan dan bertanggung jawab langsung dengan virus corona ini.

Ya, betul kata pepatah. Tak ada kata terlambat. Namun malang tak ditolak, untung tak dapat diraih, saat ini kita memang sedang kocar-kacir, panik, dan imbasnya adalah penerapan social distancing dengan ditetapkannya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Covid-19 di beberapa daerah.

Sekarang kita memang harus benar-benar serius menghadapi pandemi ini.

Dengan jumlah kasus yang terus bertambah, bukan tidak mungkin kasus-kasus yang baru akan muncul lagi. Walau sebagian pasien yang semula positif, kini telah dinyatakan sembuh dan bisa berbaur lagi dengan lingkungan, keluarga, dan kehidupan pribadinya.

Di balik cerita sukses penyembuhan pasien positif dan pencegahan virus corona. Itu tidak lepas dari kerja keras dan dedikasi tinggi para tenaga medis yang berjibaku melawan corona.

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana para mahasiswa yang telah berhasil dievakuasi dari China saat itu bisa sembuh dan dinyatakan bebas dari virus corona. Padahal seperti yang kita tahu, awal mula virus ini berasal dari Wuhan, China.

Berbekal pengetahuan dan janji sumpah profesi, para tenaga medis yang terdiri dari dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya tak mundur selangkah pun. Padahal kala itu, informasi akademik tentang virus corona dan cara penaganannya masih sangat terbatas.

Pantang untuk mereka mundur, pandemi ini pun mereka hadapi walau hidup atau mati yang akan terjadi.

Alhasil, para mahasiswa ini akhirnya bisa merasakan lagi indahnya hidup bersama keluarga dirumah masing-masing tanpa harus takut terpapar corona. Hasil memang selalu berbanding lurus dengan niat dan usaha.

Tak berhenti sampai di situ. Kita juga pasti mengingat bagaimana awal mula pemerintah mengumumkan secara resmi 2 pasien positif corona pertama yang disebut pasien 01 dan 02. Keduanya kini sudah dinyatakan sembuh.

Melansir laman Twitter akun Kementerian Kesehatan (@KemenkesRI), pasien 01, 02, dan 03 virus corona saat ini telah dinyatakan sembuh setelah melakukan dua kali cek laboratorium hasilnya negatif serta tidak ada lagi gejala ke arah Covid-19.

Kemudian ada pesan-pesan yang menyentuh dari ketiga orang tersebut. Pasien 02 memberi apresiasi tinggi bagi para petugas medis yang menanganinya selama masa isolasi.

"Saya ingin sekali pemerintah memberikan penghargaan, apresiasi, dan insentif untuk mereka yang 24 jam di garda depan dan mereka masih akan kerja terus. Saya gak tahu sampai kapan dan mereka juga punya family. Saya mohon perhatian untuk mereka karena mereka luar biasa kerjanya. Terima kasih."

Sungguh menyentuh dan menohok pesan dari pasien tersebut. Secara langsung ia ingin berkata bahwa, jika bukan karena tenaga kesehatan, maka ia belum tentu bisa berdiri di situ dan berbicara layaknya seperti orang sehat yang lain.

Kisah di atas adalah satu dari sekian banyak contoh lain bagaimana tenaga medis dan tenaga kesehatan saling gotong royong dan bahu-membahu menyelesaikan masalah ini. Sangat jauh berbeda dengan aktor-aktor politik dan para mafia masker yang memanfaatkan musibah ini untuk kepentingan dan hasrat pribadi.

Tenaga kesehatan yang setiap harinya mengurusi kesehatan masyarakat malah bisa berbuat lebih dari apa yang kita pikirkan. Lalu setelah keberhasilan itu, apakah mereka diganjar pujian dan apresiasi baik oleh negara maupun rakyat?

Layaknya para atlet yang sedang bertarung meraih medali emas. Para tenaga medis dan tenaga kesehatan lain pun juga sedang berjuang dan berlomba melawan pandemi covid-19.

Tidak hanya di rumah sakit, tenaga kesehatan yang berada di satuan unit terkecil seperti Puskesmas juga turut serta dalam melakukan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat bagaimana menangkal dan mencegah covid-19.

Dari peristiwa ini, kita kembali diingatkan agar acuh dan tidak abai untuk menjaga kesehatan. Pemerintah selaku pelaksana kebijakan agar jangan menyepelekan permasalahan kesehatan.

Dunia ini tak melulu hanya ekonomi, infrastruktur apalagi investasi. Sebaik-baiknya investasi adalah investasi kesehatan dan pendidikan yang bermanfaat untuk kelangsungan hidup manusia.

Akhir kata, selamat bertarung para pejuang kesehatan. Amal baktimu akan kami kenang selalu.

Sumber:https://www.kompasiana.com/sonyruben/5e7116d0097f36366f489452/ayo-dukung-tenaga-medis-dan-kesehatan-melawan-pandemi-covid-19?page=2



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer